Sontoloyo (Pake S bukan K) Tenan !

  • Whatsapp
Sontoloyo (Pake S bukan K) Tenan !

Oleh: Sindung Sulastomo, Warga Kelas Menengah, Tinggal di Purwakarta

Kalok situ punya ‘duit tiis’/ tabungan 2 milyar, situ termasuk kelompok elite 10% saja dari warga dunia. Kalok tabunganmu 10 milyar, lebih joss lagi. Golongan the have, 1% saja dari warga dunia.

Masuk kelas itu banyak kemudahan. Privilege. Seumur abad strata sosial ekonomi faktanya memang ngefek langsung pada perlakuan ke kita. Negara, korporasi, individu, sistem; misalnya kapitalisme dengan semua subsistemnya bakal supported ke kita. Istilah jawa/sunda nya bakal ‘disubyo subyo’/ ‘dirawu dipangku’.

Kalo situ punya kredit macet cumak ratusan juta, habis lu, bakal diterror debt collector suruhan bank. Tapi kalo utang macetmu milyaran, yakin bakal dibikinin skema baru, di restruktur kalo perlu dihapus. Gak percaya? Cobalah utang ke bank. Gak usah gede gede. 2 milyar aja dulu.

Berbanding terbalik dengan itu. Belakangan banyak yang ngerasa enak juga dimiskinkan. Dikategorikan miskin ehh…. istilahnya Pra Sejahtera.

Begitu banyak bantuan dari banyak departemen dan lini. Apalagi jaman pandemi begini . Mereka diijinkan bikin anggaran untuk menyalurkan bantuan sosial. Ada yang dapat dari Kementrian/Pusat, dari propinsi, dari kabupaten bahkan dari Dana Desa.

Baca Juga :   Sang Guru Ulama Nusantara Yang Tidak Berhaji

Makanya ngga heran banyak yang tergoda untuk korupsi. Bahkan ada isu harta pejabat terkait malah melonjak drastis di masa pandemi Covid 19. Hebat kan.

Katanya sih jaman ini lagi enak jadi orang miskin. Ada bansos berupa uang tunai, ada pula sembako. Yang saya lihat sih ada beras, telor, daging, minyak goreng, buah buahan. Belum lagi bantuan bantuan lain ; BPJS tanggungan pemerintah, dana BOS, PKH, Rutilahu Dll. Juga sarana prasarana fisik. Banyak dah.

Di desa saya aja; kemarin kemarin orang susah bener disuruh vaksin. Pas dibilang kalau mau ambil bansos harus sudah divaksin, baru deh orang berdesak desak minta divaksin.

Saya masih menunggu , kalo nanti situasi ini sudah normal, PPKM sudah dicabut, bansos dihentikan kira kira mereka bakal menghujat pemerintah apa ngga ya.

Yang apes itu kelas menengah baru. Yang baru belajar mapan. ‘Bribik bribik’ menjadi kaya. Serba nanggung. Dimiskinkan ngga pantes dibilang kaya belum.

Baca Juga :   OPINI: Kehebatan Antony Salim

Distatuskannya sih keren: agent of change, public policy control.

Faktanya, Ngredit bank ribet, pajak tinggi; PBB, Pajak kendaraan, pajak penghasilan dll. Social cost di masyarakat tinggi. Sumbangan ini itu PHBN, PHBI, pembangunan tempat ibadah dll. Diserempet becak atau ditubruk ojek kebagian nanggung beban, padahal yang salah orang lain. Macem macem lah.

Yang pasti mereka ngga kebagian rupa rupa bantuan pemerintah. Ga masuk kriteria. Padahal kalo ngomong covid semua juga terdampak.

Lha yang masuk kelas menengah baru ini termasuk buruh pabrik, orang kantoran rekrutan baru, wirausahawan pemula dll yang sejatinya sangat rawan. Gaji standar UMK itu tipis saja diatas status pra sejahtera. Mereka tidak mendapat bansos karena dianggap bekerja/ produktif .Sekalinya kena PHK terjungkal sudah.

Begitulah ceritanya

Trus……. .Apa hubungannya sama judul Sontoloyo Tenan?. Siapa yang sontoloyo?. Ngga tau juga hehe. Yang penting tulisan ini dibaca sampai habis. Sorry ya.

Pos terkait